Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

alif ba ta

melihat ke postingan sebelumnya, berhubung lombanya udah kelar, so apa puisi yang bisa menghantarkan saya *alhamdulillah jadi juwara

Alif Ba Ta
Alif...
Kalbu membuncah saat lisan melafadzkanmu
Suara menggema merangsang syaraf di telingaku
Menghantarkan bisikan lembut yang terbawa bersamanya
Indah bak nyiur yang menari di sapa angin laut
Ba...
Lagi perasaan itu berlanjut
Saat aku mendengar lantunan lafadz itu
Relung sesak berisikan ayat-ayat
berdesakan memasuki ruang kecil itu
tumpah ruah meninggalkan ketentraman di ruang kecil itu
Ta...
Kau berikan kenyamanan kala hati resah, raga lelah
Kini aku mengenalmu,
Memahamimu
Menjadikan mu bacaan pembimbing mata dan pengasuh jiwaku
Tiada tandingan yang bisa mengalahkan indahnya ayat mu

Al-Qur’an ku

Selasa, 09 Oktober 2012

sendu, airmata, hati, keadaan dan lingkungan..


sendu bertanya pada air mata
"bagaimana keadaanmu?"

"masih tetap sama,, mengikis hati dengan tetes demi tetes diriku"
jawab air mata datar

air mata bertanya pada hati
"tidak letihkah kau selalu ku kikis?"

hati menjawab
"lalu aku harus berbuat apa? keadaan yang memaksaku seperti ini.."

hati bertanya pada keadaan
"mengapa kau selalu memperlakukanku seperti ini?"

Minggu, 07 Oktober 2012

apatis sejati


minggu malam.

sedikit merenung,

ingin menjauh dari kesibukan ini,

ingin merasakan bagaimana jadinya hidup jika dilalui sendiri,

yah sendiri,

mencoba untuk introspeksi,

hanya ada aku,

dan mungkin orang-orang yang sebelumnya tak kukenal maupun kenal namun tak dekat,
yah,

mungkin,

benar-benar ingin merasakan arti diri sendiri,

begitu sayang rasanya selama ini menghabiskan waktu bukan untuk mengenal diri sendiri,

ingin rasanya bersikap autis atau apatis,

Rabu, 03 Oktober 2012

untuk seseorang...


untuk seseorang

terimakasih untuk semua rasa

terimakasih untuk semua pengertian atas keinginan saya akan dinding yang sedang saya bangun

terimakasih untuk perhatian yang saya rasa hingga hari ini

terimakasih sudah mau menerima begitu banyak alasan, pantangan diri ini

terimakasih untuk hati yang kecewa atas sikap dan lisan ini

terimakasih untuk semuanya

kelu lidah untuk ucapkan ini

berat hati untuk sampaikan ini

maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk membalas semua kebaikan itu

berat untuk meninggalkan perhatian

namun takut akan godaan duniawi meruntuhkan benteng ini

ALLAH punya rencana sendiri dibalik semua sandiwara di atas dunia ini

semoga kita sama-sama mengetahui begitu banyak makna terselip

apapun itu rencana-Nya, semoga semua yang terbaik untuk kita

jika memang sudah direncanakan

maka tali yang putus pun akan menyatu kembali

arang pun akan kembali seperti kayu

namun

semua tergantung rencana-Nya

kelu lidah ini

untuk mengabarkan kabar kilat ini

kabar yang baru tercetus

ingin hati menarik kata-kata yang telah terlontarkan

namun dibalik itu ada setan yang membujuk

semoga

seseorang yang ada disana mengerti akan keadaan saya

keadaan hati ini

maaf diri ini hanya bisa menuntut pengertian namun tak dapat memberikan pengertian

kelu lidah ini

tak tahu akan berkata apa

semoga untuk kesekian kalinya pengertian itu kembali diharapkan

Allah selalu punya hadiah manis untuk hamba-Nya yang sabar dan ikhlas :')


Rabu, 05 September 2012

sabar itu sebesar apa harusnya?

sabar,
kurang sabar apa lagi saya?
mereka,
sama sikap gila yang seenaknya kau pretelkan pada setiap sudut ruang yang bisa kau preteli dan kau sakiti,

Minggu, 10 Juni 2012

asa dan rasa

kosong

ketika asa dan rasa tak menemukan perpotongan

hampa

ketika asa dan rasa tumpang tindih

mengalah

ketika rasa tak mampu kalahkan asa

dan aku pun bungkam atas asa dan rasa

asa, mengertikah kau akan keadaanku?

rasa, tahukah kau isi hatiku?

diam

asa dan rasa tetap begitu adanya

dan aku pun tetap begini adanya

aku dijalanku

Jumat, 08 Juni 2012

hujan di bulan juni

sudah memasuki minggu kedua di bulan juni,
dan hujan itu belum juga berniat untuk berhenti
awan, sebegitu sedihkah kau?
hingga sekarang kau tak henti-hentinya untuk menangis

dari balik jendela,
aku memandangi rintik demi rintik hujan
semakin lama semakin deras
menghadirkan simfoni indah
membelai rasa yang sedih akan kehidupan

hujan di bulan juni,
mendekapku yang mendung akan cobaan
kau layaknya seseorang yang selalu setia menemaniku
hangat dibalik dinginmu


Minggu, 29 April 2012

kupu-kupu pun tak tahu akan warna sayapnya

dia yang tak kusadari kehadirannya
mulai menjadi pusat perhatianku
seiring dengan berjalannya waktu

sosoknya yang cuek
namun penuh perhatian
membuatku membuka hati
untuk mengenalnya

saat aku merasa sepi
sedih teringat masa lalu
dia datang padaku
meninggalkan segores senyum diwajahku

dia pernah berkata kepadaku:

"kupu-kupu tidak tahu warna sayap mereka
 tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka
 seperti juga dirimu,
 tidak tahu betapa indahnya dirimu
 tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu dimata-Nya
 ketika engkau tunduk dalam syariat-Nya
 ridha atas takdir-Nya
 tersenyum dalam musibah
 tegar dalam ujian
 dan teguh dalam pendirian"

namun apa yang ku rasa tak kan menjadi kenyataan
dia yang selalu tertutup padaku
membuat perasanku berangsur mengalah
dan setelah ku tahu
seseorang telah lebih dulu mengisi hatinya
aku pun semakin tak tentu arah

kini ku ikhlas tapaki jalanku sendiri
tersenyum dalam heningnya hati

desember, 14, 2010


Rabu, 25 April 2012

heningku akan bungkamku

heningku akan bungkamku tak hentikan diamku akan sepiku
langkah pastiku jejakkan tapak di sepanjang pasir bisuku
anganku akan kehidupanku layaknya sebuah dongeng nirmala
tak nyata dan takkan pernah nyata

kau tahu?
aku sosok yang teramat rapuh akan keadaan
berusaha tegar dalam badai kerapuhan
diamku untuk bungkamku sepiku untuk heningku
selalu jalani badai ini dengan diriku
yang tak mampu gapai teluk kenyataan

kau tahu?
aku memang takkan pernah bisa
tak kan pernah bisa mengendalikan ego diatas pikiranku
pikiran diatas rasa
rasa akanku dan rasa akan sekelilingku

kau tahu?
muakmu akan ku tak sebanding dengan muakku akan ku
akan sikapku
akan egoku

kau tahu?
bencimu akan ku tak sebanding dengan benciku akan ku
akan sikapku
akan egoku

aku tak miliki secuil perhatian mu akan ku
akan sikapku
akan egoku

dan sekarang ku meniti dengan sebelah kaki ku
menggenggam dengan sebelah tangan ku
melihat dengan sebelah mata ku
mendengar dengan sebelah telingaku




Senin, 19 Maret 2012

serangan pesonamu

entah apa yang telah mendorongku untuk membuat postingan ini, yang pasti ini harus di keluarkan secepatnya sebelum efek sampingnya makin besaaarrrr..

aku gak tau mau mulai dari mana, selalu dibalik setiap rasa yang muncul dalam diriku tersimpan banyak cerita rumit. aku juga gak ngerti, apakah aku yang salah atau sistem rasa yang salah. yang pasti sebuah prinsip selalu menghalangi rasa tersebut, dan aku merasa beruntung akan hal itu.

tapi keberuntunganku akan prinsip tersebut membuat rasa sedikit merugi, entahlah aku berpikir bahwa setan telah ikut campur dibalik pengaturan rasa ini. sedikit tak memakai otak, rasa bisa berada diatas segalanya. rasa bisa mengatur segalanya jika akal tak direalisasikan dengan baik. rasa akan mengendalikanmu.

namun, adanya akal belum berarti semua keputusan benar, terkadang dengan adanya rasa akan membuat akal berbuat pada jalannya. dan seharusnya akal dan rasa itu berjalan beriringan sambil bergenggaman. [yap]

kamu, iya kamu yang disana [!]
sejak kapan kamu berada disana, kehadiranmu tak terdeteksi oleh alarm ruang hatiku. setahuku, bukan kamu yang berada di sana sebelumnya. setahu ku seseorang yang selalu hadir mengiringi derai air mataku yang masih berada disana, seseorang yang selalu membuatku tak kehabisan alasan untuk menangis. hingga aku benar-benar tersakiti, dia masih berada di sana.
Salah satu hal yg paling membingungkan ketika jatuh cinta adalah tak tahu harus memilih untuk menunggu atau menyerah.
kenapa? dan mengapa kau menggantikan posisinya [?]
aku tahu rasa sedang berperan "sok pahlawan" dengan menggantikan posisinya dengan posisimu, tapi apa kamu bisa untuk tidak membuatku menangis walaupun kamu tak bisa membuatku tertawa seperti yang dia lakukan padaku. atau mungkin kamu bisa lebih sering mengukirkan senyum di wajahku tanpa diiringi hal yang bisa membuatku harus kehilangan air mata yang lebih banyak.

kamu manis dibalut canda guraumu, kamu lucu dibalut dengan ekspresi tak menentu yang kamu tunjukkan, kamu spontan dengan setiap gerakanmu.

senyummu, ia senyummu [!]
begitu tulus tanpa ada penghalang, kamu begitu polos dengan kelakuanmu itu. kamu selalu memikirkan orang, namun tak lupakan apa yang dirimu butuhkan.

tangan besarmu[!]
entah lah bagiku makhluk yang sejenis denganmu semuanya memiliki tangan yang besar sama seperti yang kamu punya, tapi kamu beda. tanganmu yang besar seakan-akan dapat mengayomiku, membuat ku merasa nyaman.

hei cukup [!]
kau mulai memenuhi volume otak dan kalbuku, hentikan ini segera sebelum efek samping ini berlanjut. apa kau mau bertanggung jawab?

Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu...

biarkan hati yang berfikir....

Minggu, 18 Maret 2012

peradilan hati

hai engkau yang memenjarakan hatiku,
bisakah kau bukakan borgol untuk kebebasannya,
hendak sampai kapan akan kau penjarakan hatiku tanpa sebuah peradilanpun?
hidup tanpa satu kepastian membuatnya rapuh,
layaknya berdiri pada satu paku dengan ketinggian 1000 meter,
layaknya menyeberangi jembatan benang bermil-mil jauhnya,

aku sosok yang selalu tidak pernah bisa dengan tepat meletakkan rasa ini,
rasa ini selalu berada pada posisi yang salah,
selalu bukan pada tempat yang memang membutuhkannya,

kau,,
sosok yang baru kutemui,
aku telah mengenalmu jauh dari rasa ini mengenalmu,
aku tahu siapa engkau jauh sebelum rasa ini tahu akan kau,
dan aku tahu tentang rasa mu jauh sebelum rasa ini tahu akan rasa nya,


hai kau rasa,
selalu egois akan kepentinganmu,
hai kau rasa,
egois mu selalu menyiksa hati kecil akan tempatmu,

rasa,
kau kenalkan aku pada satu keputusan yang salah,
memiliki rasa padamu bukanlah pilihan baik,
ku mengenalmu dan kau mengenalku,
dan ku tahu kau menganggapku layaknya seorang saudara,

rasa,
bisakah kau untuk berhenti mendiskriminasi hatiku?
bisakah kau dengar rintihan tangis dari hatiku?

rasaku,
rasamu,
dan rasanya takkan pernah bisa disatukan,,

engkau wahai fulan

Engkau wahai fulan. . .


Telingamu bukan untuk mendengar

Matamu bukan untuk melihat

Lidahmu bukan untuk berucap

Kau gunakan semua diluar guna yang diberikan penciptamu,


Engkau wahai fulan. . . .


Tatalah hatimu sebelum hatimu penuh perdu penyakit hati,
Tatalah hatimu sebelum perdu itu menjadi semak belukar yang tak dapat tertata

Jumat, 09 Maret 2012

serangkum harapan dari insan yang mengharap

sebuah pengharapan kecil tentang sosoknya,
dibalik kemeja dan celana dasarnya,
berjalan tegap sedikit merunduk penuh zikir,
keteduhan terpancar,
mengalir ribuan bahkan jutaan kalimat-kalimat bijak,
seakan menjadi lentera untukku berjalan,

kau yang tak terjangkau dan tak terjamah,
terbungkus elok dibalik etalase pertokoan,
nominalmu tak terbayarkan dengan setumpuk uang,
bahkan perakpun tak bisa membawamu dari etalase,

kau bagaikan sebuah pohon,
rindang yang berikan keteduhan,
buahmu segarkan dahaga,
batangmu berikan perlindungan,

karyamu gemparkan cakrawala,
harimau enggan mengaum dihadapanmu,
serigala tak mampu gemakan lolongannya,

"serangkum harapan dari insan yang mengharap"

Senin, 13 Februari 2012

ketika lisan tak dapat mewakili perasaan Part 5

ketika amarah terkulum memberikan setoreh luka,
amarah yang termanifestasi dari agen kecil,
menyebabkan adrenalin merangsang jantungku memompa diluar kendali,

aku manusia yang tak mampu refleksikan kesedihan pada lakuku,
aku tak tau bagaimana caranya untuk lukiskan isi hatiku di atas sebuah kanvas kehidupan,
warnaku pudar oleh tangisku,
kuasku patah oleh keputusasaanku,
easelku pun tak mampu berikan energi pada kanvasku untuk tegak berdiri,

aku yang kian hari kian rapuh tenggelam dalam pergantian waktu,
yang selalu dambakan fatamorgana di padang pasir relungku,
menjadi seorang musafir tanpa telinga,
tanpa mulut,
tanpa mata,
dan tanpa hidung,

aduhai aku yang sendu akan sekelilingku,
yang selalu membuatku miris akan wujudku,

hai manusia,
lihatlah aku,
sosokku kecil yang tak kau hiraukan,

hai awan,
lihatlah aku,
sosokku basah yang tak kau payungi,

hai air,
lihatlah aku,
sosokku gersang yang tak kau basahi,

aku pun tak temukan pohon untukku berlindung,
dahan untukku bergantung,

 malang hai malang,
cerita hati yang tak berawal dan tak berpenghujung

ketika lisan tak dapat mewakili perasaan Part 4

Raga remuk jiwa utuh lebih baik dibanding raga utuh jiwa remuk. . .

Bisakah kau kembalikan jiwaku yang telah koyak?

Paparkan segala kesalahanku,


Karna sungguh aku merasa tak melakukan kesalahan hingga aku harus menerima siksa ini,

Tahukah engkau dimusuhi dengan alasan yang jelas lebih baik dibandingkan didiamkan tanpa ada alasan yang jelas. . . .

ketika lisan tak dapat mewakili perasaan Part 3

kuatkan hatimu,,

Sekalah air matamu,,


Dongakkan kepalamu,,


Untuk apa kau habiskan air matamu,,

Untuk apa kau kuras tenagamu,,


Walau kau tau perih itu tak kan pernah terobati

Ketika lisan tak dapat mewakili perasaan part 2

Mungkin ku tertatih dan sungguh amat tertatih mengikuti ini smua,


tapi ku hanya ingin membuktikan pada orang.orang yang menganggap bahwa yang namanya sukses itu jika berada pada "bidang" tersebut


memang walaupun sekarang aku tak bisa mendongakkan kepalaku namun satu hari nanti akan ku teriakkan pada mereka bahwa tak hanya 


pada "bidang" itu lah aku dapat sukses,

hanya ingin merubah pola pikir kolot orang.orang yang masih memberlakukan pemaksaan pilihan terhadap apa yang tak diinginkan oleh orang 


lain.

Ini tentang cita.cita masing.masing orang yang tak dapat kita sesuaikan dengan keegoisan cita.cita kita yang tak dapat dicapai.

ketika lisan tak dapat mewakili perasaan Part 1

ketika letihku tak tertahankan memaksaku untuk menghilang sejenak,

Berjalan sendiri menuju satu titik cahaya yang memberikan beban yang terasa sangat berat,

Hingga sempat terlintas dibenakku untuk meyerah akan keadaan yang menekanku
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...