Tampilkan postingan dengan label mellow bukan galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mellow bukan galau. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

bak memakan simalakama


makin hari makin lelah

tak tau hendak berpijak dimana

tanah dipijak, merekah gugur meninggalkanku

pohon digenggam, retak mengangga menjatuhkanku

aku punya Tuhan

Kamis, 19 September 2013

boleh kan bersedih?

hi dear larva's, lagi mellow nih.

perasaan saya berasa random banget udah berapa bulan ini, tapi sebelum curhat agaknya mau ngadu dikit masalah kesehatan, mata saya bintitaaaaaan, eh bukan ding, kayak jerawat numbuh gitu. inflamasi, nyeriiiiiiiiiiiiiiiii banget, udah pipi over pake ditambah sama mata lembam gini, makin mellow deh jadinyaa
kesimpulannya : kesehatan saya lagi down seiring dengan down nya mood saya....
 * gak perlu gede jugak kali tulisannya
** sukak-sukak saya dong kalo mau mendramatisir

*menghapus percakapan di otak saya*

Rabu, 08 Agustus 2012

:)


:)
selalu ada senyum
setiap nama itu menyapa

:D
selalu ada tawa
setiap nama itu berbicara

hati membuncah
taburkan rona merah dipipi

hati bergetar
dikala nama itu kembali menyapa

salam rindu
untuk nama yang tlah lama tak kujumpa

Kamis, 14 Juni 2012

and now, i really miss you figure


父 did you know about ur little doll now?
she couldn't  stand up straight on his feet.
she's so sad, really sad.

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have

Jumat, 08 Juni 2012

hujan di bulan juni

sudah memasuki minggu kedua di bulan juni,
dan hujan itu belum juga berniat untuk berhenti
awan, sebegitu sedihkah kau?
hingga sekarang kau tak henti-hentinya untuk menangis

dari balik jendela,
aku memandangi rintik demi rintik hujan
semakin lama semakin deras
menghadirkan simfoni indah
membelai rasa yang sedih akan kehidupan

hujan di bulan juni,
mendekapku yang mendung akan cobaan
kau layaknya seseorang yang selalu setia menemaniku
hangat dibalik dinginmu


Kamis, 17 Mei 2012

gue gak tau


rasaku bagaikan sebuah lukisan abstrak
tak berbentuk namun penuh arti

sebuah batu dapat hancur ketika ditetesi air tetes demi tetes
begitu juga akan ego rasaku

namun hati tak mampu tutupi rasa
khawatir akan ku tentang sesuatu yang selama ini telah kubendung

diamku sembunyikan suara detak jantungku
terbesit kata "aku tak mampu untuk menanggung ini semua"


speechless gue (_ _")

Rabu, 02 Mei 2012

deburan pasir penyesalan


setidaknya aku mulai menapaki kakiku pada padang rumput yang baru kutemukan setelah melewati badai pasir di padang pasir yang gersang. berharap akan menemukan biota baru yang dapat mengalihkan ingatanku dari kenangan akan badai buruk yang menyapaku di waktu yang lalu.

ingatanku kembali akan kejadian dimasa itu, saat aku harus kehilangan seseorang yang membangunkan satu sisi lain dikehidupanku. aku tak mampu meraih dan menggenggam tangannya untuk bertahan dan tak memperdulikan permintaan bodohku. namun ia bergulir menjauh dan menuruti keinginanku akan ku dan dirinya. awalnya aku merasa puas karena keinginanku dipenuhi namun semakin lama aku menyesalkan atas apa yang terucap.

kini aku berjalan gontai di balik bayang-bayang dirinya yang selalu menyelimuti penyesalanku, rapuhku untuk membukakan pintu yang sudah tak kokoh dimakan masa. semakin ku langkahkan kaki ini semakin ku merasakan sakitnya deburan pasir penyesalan ini.

namun kutersadar akan sikap bodohku, sebuah usaha penataan kembali hati ini mulai menyatukan kepingan-kepingan yang berantakan.

dia, yang aku pun tak mampu memikirkan kalimat yang dapat mewakili sosoknya mencoba untuk menggamit tanganku untuk berjalan keluar dari masa lalu. keterbukaannya untukku sedikit demi sedikit mulai membuatku semakin sadar akan diriku sendiri.

namun, aku sadari, sikapku akan keterbukaan ini bukanlah sesuatu yang baik untukku dan dirinya. aku dan apa yang ada akan rasaku masih terperangkap akan masa laluku dan hatiku tak bisa menerima akan hadirnya. semakin ku mencoba semakin ku membanding antara dia dan dirinya. sebuah perlakuan yang tak seharusnya ku berikan untuk nya dan juga diriku.


kau takkan pernah menemukan pribadi yang sama pada dua sosok yang berbeda, hadirnya bukan untuk pelampiasan sakitmu akan masa lalu mu namun sebagai pengobat sakitmu. cobalah hayati hadirnya dengan rasamu, bukan dengan fikiranmu...

Selasa, 01 Mei 2012

aku tak berdaya

Masa yang terindah
Kini semua telah berakhir
Karena kau berubah
Tak seperti dulu lagi

Sampai kapan kamu sering menyalahi hatiku
Tak pernah kau tahu begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu

Dilema untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu
Biarkanku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta

Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu
Dilema untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu

Biarkanku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta 


entah kenapa beberapa hari belakangan terasa agak mellow sendiri, sensi sendiri, suka merajuk, dan teringat hal-hal kacau ditahun kemaren.

lagu yang satu ini kira-kira agak menyentil pikiran saya akan kenangan dimasa lalu, *eeaaa

entah kenapa kok rasanya liriknya kayak menusuk hati saya dengan jarum pentul, kecil tusukannya tapi sakit. walaupun saya sudah bisa menyusun kepingan puzzle hati saya yang udah nyebar kemana-mana menjadi seperempat bagiannya, dan bayang-bayang masa lalu udah gak sepanjang badan lagi tapi yang namanya hati emang gak bisa dipungkiri..

setidaknya, sebuah kesalahan harusnya bisa bikin seseorang untuk bangun dan tidak terjatuh pada lubang yang sama. tapi apakah ada yang menjamin bahwa kesalahan itu tidak akan meninggalkan trauma?

Salah satu hal yg paling membingungkan ketika jatuh cinta adalah saat tak tahu harus memilih untuk menunggu atau menyerah....

Sabtu, 28 April 2012

kau untukku sahabatku

sedikit berkaca pada sebuah kenyataan, realita pertemanan aku, kamu dan mereka. memiliki pandangan, pendapat, pola pikir masing-masing. menyatu dengan perbedaan dan perdebatan. percekcokkan dan pertengkaran, keegoisan dan ketidak inginan mengalah mewarnai realita ini.

aku yang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan kamu dan berlainan dengan mereka tidak menjadi sebuah halangan untuk menjalani sebuah hubungan pertemanan.

satu pihak yang selalu ingin menjadi subjek di dengar dan dilain pihak menjadi subjek pendengar.

satu pihak tak ingin mengalah dilain pihak berbaik hati untuk mengalah.

tak jadikan perbedaan sebagai perpecahan,

layaknya rangkaian jari tangan kanan dan kiri yang berbeda namun saling mengisi kekosongan dalam genggaman.

layaknya kaki kanan dan kiri yang berbeda arah namun mampu tegapkan tubuh dalam keseimbangan.

layaknya dendrit-dendrit saraf yang saling berhubungan satu dan lainnya untuk mewujudkan koordinasi dalam menjalani kehidupan.

aku, kamu dan mereka. entah bermula dari mana, sebuah dorongan untuk saling mengenal satu sama lain.

kau tahu, ketika ku tak berada disampingmu, aku memikirkanmu.
karena ku tahu, kau layaknya diriku sendiri.
kau tahu, ketika kau tersakiti, aku pun merasa tersakiti.
karena ku tahu, kau layaknya diriku sendiri.
kau saudaraku, dan aku diperintahkan untuk memperlakukanmu layaknya aku memperlakukan diriku sendiri.
Rasulullah s.a.w mengajarkanku untuk menjalin ukhuwah, karena aku, kau dan mereka adalah saudara.
 senyummu runtuhkan penat raga akan dunia yang tak adil ini, namun ALLAH SWT Maha Adil dengan mengirimkanmu padaku sahabatku:)

Senin, 19 Maret 2012

serangan pesonamu

entah apa yang telah mendorongku untuk membuat postingan ini, yang pasti ini harus di keluarkan secepatnya sebelum efek sampingnya makin besaaarrrr..

aku gak tau mau mulai dari mana, selalu dibalik setiap rasa yang muncul dalam diriku tersimpan banyak cerita rumit. aku juga gak ngerti, apakah aku yang salah atau sistem rasa yang salah. yang pasti sebuah prinsip selalu menghalangi rasa tersebut, dan aku merasa beruntung akan hal itu.

tapi keberuntunganku akan prinsip tersebut membuat rasa sedikit merugi, entahlah aku berpikir bahwa setan telah ikut campur dibalik pengaturan rasa ini. sedikit tak memakai otak, rasa bisa berada diatas segalanya. rasa bisa mengatur segalanya jika akal tak direalisasikan dengan baik. rasa akan mengendalikanmu.

namun, adanya akal belum berarti semua keputusan benar, terkadang dengan adanya rasa akan membuat akal berbuat pada jalannya. dan seharusnya akal dan rasa itu berjalan beriringan sambil bergenggaman. [yap]

kamu, iya kamu yang disana [!]
sejak kapan kamu berada disana, kehadiranmu tak terdeteksi oleh alarm ruang hatiku. setahuku, bukan kamu yang berada di sana sebelumnya. setahu ku seseorang yang selalu hadir mengiringi derai air mataku yang masih berada disana, seseorang yang selalu membuatku tak kehabisan alasan untuk menangis. hingga aku benar-benar tersakiti, dia masih berada di sana.
Salah satu hal yg paling membingungkan ketika jatuh cinta adalah tak tahu harus memilih untuk menunggu atau menyerah.
kenapa? dan mengapa kau menggantikan posisinya [?]
aku tahu rasa sedang berperan "sok pahlawan" dengan menggantikan posisinya dengan posisimu, tapi apa kamu bisa untuk tidak membuatku menangis walaupun kamu tak bisa membuatku tertawa seperti yang dia lakukan padaku. atau mungkin kamu bisa lebih sering mengukirkan senyum di wajahku tanpa diiringi hal yang bisa membuatku harus kehilangan air mata yang lebih banyak.

kamu manis dibalut canda guraumu, kamu lucu dibalut dengan ekspresi tak menentu yang kamu tunjukkan, kamu spontan dengan setiap gerakanmu.

senyummu, ia senyummu [!]
begitu tulus tanpa ada penghalang, kamu begitu polos dengan kelakuanmu itu. kamu selalu memikirkan orang, namun tak lupakan apa yang dirimu butuhkan.

tangan besarmu[!]
entah lah bagiku makhluk yang sejenis denganmu semuanya memiliki tangan yang besar sama seperti yang kamu punya, tapi kamu beda. tanganmu yang besar seakan-akan dapat mengayomiku, membuat ku merasa nyaman.

hei cukup [!]
kau mulai memenuhi volume otak dan kalbuku, hentikan ini segera sebelum efek samping ini berlanjut. apa kau mau bertanggung jawab?

Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu...

biarkan hati yang berfikir....

Minggu, 18 Maret 2012

peradilan hati

hai engkau yang memenjarakan hatiku,
bisakah kau bukakan borgol untuk kebebasannya,
hendak sampai kapan akan kau penjarakan hatiku tanpa sebuah peradilanpun?
hidup tanpa satu kepastian membuatnya rapuh,
layaknya berdiri pada satu paku dengan ketinggian 1000 meter,
layaknya menyeberangi jembatan benang bermil-mil jauhnya,

aku sosok yang selalu tidak pernah bisa dengan tepat meletakkan rasa ini,
rasa ini selalu berada pada posisi yang salah,
selalu bukan pada tempat yang memang membutuhkannya,

kau,,
sosok yang baru kutemui,
aku telah mengenalmu jauh dari rasa ini mengenalmu,
aku tahu siapa engkau jauh sebelum rasa ini tahu akan kau,
dan aku tahu tentang rasa mu jauh sebelum rasa ini tahu akan rasa nya,


hai kau rasa,
selalu egois akan kepentinganmu,
hai kau rasa,
egois mu selalu menyiksa hati kecil akan tempatmu,

rasa,
kau kenalkan aku pada satu keputusan yang salah,
memiliki rasa padamu bukanlah pilihan baik,
ku mengenalmu dan kau mengenalku,
dan ku tahu kau menganggapku layaknya seorang saudara,

rasa,
bisakah kau untuk berhenti mendiskriminasi hatiku?
bisakah kau dengar rintihan tangis dari hatiku?

rasaku,
rasamu,
dan rasanya takkan pernah bisa disatukan,,

Jumat, 09 Maret 2012

serangkum harapan dari insan yang mengharap

sebuah pengharapan kecil tentang sosoknya,
dibalik kemeja dan celana dasarnya,
berjalan tegap sedikit merunduk penuh zikir,
keteduhan terpancar,
mengalir ribuan bahkan jutaan kalimat-kalimat bijak,
seakan menjadi lentera untukku berjalan,

kau yang tak terjangkau dan tak terjamah,
terbungkus elok dibalik etalase pertokoan,
nominalmu tak terbayarkan dengan setumpuk uang,
bahkan perakpun tak bisa membawamu dari etalase,

kau bagaikan sebuah pohon,
rindang yang berikan keteduhan,
buahmu segarkan dahaga,
batangmu berikan perlindungan,

karyamu gemparkan cakrawala,
harimau enggan mengaum dihadapanmu,
serigala tak mampu gemakan lolongannya,

"serangkum harapan dari insan yang mengharap"

Kamis, 12 Januari 2012

racauan dari sudut ati

Sungguh aku pun tak tahu alasan mengapa aku harus menulis tulisan ini. Yang aku tahu, aku adalah orang yang tak pernah memikirkan dampak dari apa yang telah aku tulis. Dampak akan terpikirkan olehku beberapa saat setelah tulisan-tulisanku telah terpampang di dunia maya.

Aku teringat ketika seorang teman menasehatiku:

Minta maaflah pada diri sendiri, karena udah berani membawa diri untuk disakiti “ketika seseorang datang dan tersenyum padamu.itu adalah awal sebuah takdir yang kelak akan membawamu pada dua hal, kebahagiaan dan kesedihan”.

Aku tersenyum kecut membacanya, seakan sebuah samurai menebas jantungku seketika itu juga.

Aku tak dapat menyalahkan siapapun atas keadaanku ini, aku benar-benar tak dapat menyalahkan siapapun.Sebuah sandiwara yang telah kau hadirkan untukku, memberikan begitu banyak arti bagiku.Aku terhipnotis ketika kau ceritakan tentang pemikiran-pemikiranmu itu.Aku tak dapat menebak apa yang akan kau perbuat. Aku senang ketika kau ajarkan aku sebuah sandi, dan aku dapat pergunakan sandi itu untuk meluapkan apa yang aku rasakan karena aku bukanlah orang yang dapat mengatur tata bahasaku ketika aku ingin meluapkan perasaanku. Dan aku berterima kasih telah memberikan sebuah kenyamanan padaku, entah itu memang sengaja kau ciptakan atau hanya perasaan aku saja.

Jujur, aku tak mampu untuk bersikap normal jika kau berada disekitarku. Tapi bukan berarti aku tak menginginkan kehadiranmu, mungkin bisa dibilang itu adalah sebuah manifestasi dari perasaan senang yang meluap-luap atas apa yang kurasakan. Aku tak mampu untuk menatap dalam ke dalam matamu, karena aku tak mampu membayangkan kelakuan bodoh apa yang dapat aku lakukan jika aku melakukan itu. Sedangkan mendengar sekilas suaramu saja sudah membuatku tersenyum bahagia.

Tapi entah mengapa, sebuah perasaan kecewa terbesit ketika mendengar kau juga mengajarkan sandi itu pada yang lain. Dan aku pun tak dapat meluapkan apa yang aku rasakan seperti dahulu lagi. Memang terlihat begitu kekanak-kanakan.

Aku tau aku bukanlah siapa-siapa bagimu, inginku mencoba untuk mundur menjauh sedikit demi sedikit darimu.Tapi aku tau, semakin ku mencoba semakin ku merasakan sakit.Sudah tak terhitung berapa banyak air mata yang aku produksi tapi aku tak mampu untuk membencimu.Dan dari sikapmu, kau seperti ingin membuatku jauh sejauh-jauhnya darimu.Kau seperti ingin berkata, “tolong jangan ganggu aku lagi”.

Entahlah, aku bukan bermaksud untuk berpikiran negatif padamu, tapi entah mengapa pikiran itu terlintas begitu saja dibenakku.

Ketika sebuah kata “aku merestui kalian, maka berbahagialah” terucap, aku tersenyum dibawah linangan air mata, aku berucap ketika lidahku kelu, aku menengadah ketika leherku tak mampu lagi kugerakkan.

Engkau tak kan bisa membuat seseorang yang tak dapat membencimu untuk membencimu.Dan itulah yang terjadi padaku,

Dan kini aku sadari, betapa berartinya sebuah kata “ikhlas” itu.Sekian lama waktu yang kubutuhkan untuk menata kembali hatiku, membentuk kembali seulas senyuman diwajahku.Berat memang untuk berdiri kokoh didepan kenyataan yang selalu hadir didepan matamu, sungguh membutuhkan begitu banyak energi untuk selalu tersenyum didepan orang ketika melihat bayang-bayangmu dan sesekali air mata pun tak sanggup lagi terbendung oleh senyuman.Kau tau bagaimana susahnya untuk memperbaiki sebuah guci yang telah retak dan jatuh berkali-kali?Begitupun dengan hatiku, begitu susah untuk pulih dalam keadaan yang menyuguhkan “keromantisan” kalian didepanku. Entahlah aku tak bisa merangkai kata lagi untuk menggambarkan bagaimana keadaan hatiku saat ini.

“berterima kasihlah pada orang yang telah membuatmu menangis, karena dialah kau dapat berdiri tegak pada saat ini, karena dari dialah engkau mengenal apa itu tegar dankarena dialah kau menjadi sesosok yang sedikit pemilih.”Kalimat ini lah yang setidaknya membantu aku untuk berdiri kembali,,

“dan sedikit pemilih bukan berarti tak memberikan sebuah tempat untuk disinggahi oleh orang lain.”

Dan itu lah yang aku jalani dan rasakan, sebuah pengalaman yang memberikan banyak arti bagi hidupku.Sebuah pelajaran agar kau tidak terlalu mudah untuk membuka hati dan tidak pula terlalu mudah untuk menutup hati.Dan kini aku bisa buktikan bahwa aku bukanlah pribadi yang lemah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...