Tampilkan postingan dengan label nippon nippon yoyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nippon nippon yoyo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

doushite dbsk, doushite??


assalamu'alaikum larva's, salam selamat malam dan こんばんは buat  みんな の Larva's
*gg boleh ada yg protes ya, heheh



gara-gara tadi di salah satu jejaring sosial heboh ngomongin K-Pop sama orang-orang yang gg suka dan sedikit suka dengan K-Pop, saya yang termasuk orang yang suka K-Pop, yaaah lumayan lah koleksinya jadi kepikiran mau cerita-cerita kenapa saya suka K-Pop.

sebenernya saya gg suka semua K-Pop, ya saya lebih mengandalkan telinga saya kalo sama musik. hahahahaha yang penting saya denger, saya suka ya udah..

kembali ke belakang mengingat pertama kali suka sama K-Pop itu karena dapet video dari temen uni isinya suju sama tvxq. cuma minat sama video rokugo nya suju sama balon nya tvxq soalnya kocak abis. hahahahah

Senin, 11 Juni 2012

pulau terpencil SADO, NIIGATA

assalamu'alaikum,,

malam larva's, kebetulan saya lagi kesemsem sama NHK WORLD. sebenernya bukan baru kesemsem, tapi udah lama. cuma sekarang aja baru bisa otak atik ini yang jadi sumber saya buat bikin postingan kali ini.

jadi ceritanya sekarang saya lagi memperkenalkan salah satu pulau terpencil di provinsi Niigata *maap ya indonesia, promosinya bukan negeri sendiri, hahahaha.

PULAU SADO

Sabtu, 09 Juni 2012

DORAYAKI

seharusnya postingan pertama saya tentang menu makanan jepang adalah DORAYAKI, tapi entah kenapa saya teringat dengan mochi yang kenyal-kenyal unyu itu. tapi gak papa, sekarang mari kita liat bahan dan cara bikin dorayaki yang resepnya saya kail-kail di om gugu, hahahaha cekidoooooott!!!

untuk isinya sendiri, buat yang gak suka kacang merah, bisa diganti sama kacang ijo atau cokelat. kalo mau alternatif dan coba-coba juga boleh. yang pasti rasanya enaaaakkk...





Bahan:
100 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir
1 sdm madu
1/2 sdt garam
3 btr telur
75 ml susu cair
1 sdt margarin untuk mengoles
Isi:
100 gr kacang merah
3 sdm gula pasir
150 ml susu cair
Cara membuat:
1. Campur gula pasir, madu, telur dan garam, kocok hingga kental, tambahkan tepung terigu dan susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata.
2. Panaskan cetakan dorayaki atau wajan anti lengket diameter 8 cm, oles wajan dengan margarin.
3. Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 tinggi cetakan, biarkan hingga permukaannya berlubang lubang, tutup cetakan, masak hingga bagian bawah berwarna kecokelatan. Angkat.
4. Buat isi: rebus kacang merah hingga lunak, angkat, tiriskan, haluskan. Masak kembali hingga kental, masukkan susu cair dan gula pasir, masak hingga kental, angkat.
5. Oles bagian permukaan dorayaki dengan isi hingga rata, tutup dengan dorayaki lagi, sajikan.


misoshiru

waktu menjelajah om gugu liat-liat makanan jepang yang sekiranya resepnya gampang. tiba-tiba saya kepentok sama satu gambar, dan benar dugaan saya ternyata makanan ini adalah MISOSHIRU.




yaph!!

saya udah pernah nyoba makanan yang satu ini yang saya dapatin di sebuah restoran jepang di kota padang. and you know what?? GAK ENAAAAKKK. saya ketipu sama gambarnya yang terlihat menggiurkan, entah kenapa orang jepang bisa suka gitu sama makanan yang satu ini. lidah orang emang beda-beda ya. ckckck

dari info yang saya dapat, miso shiru ini adalah sup miso yang bahan dasar dashi yang ditambah isi sup berupa sedikit makanan laut atau sayur-sayuran.

sebenarnya makanan ini mungkin enak di lidah anda-anda semua, namun bagi saya sensasi kaldu dari katsuobushi ini sangat "nyentrik" di lidah saya yang sangat sensitif sama yang namanya makanan. mungkin kalau sedikit ditambah saus sambal mungkin flavornya bisa sedikit di manipulasi.

hhahahah

bagi yang mau mencoba, silahkan mencoba!!

okonomiyaki




Bahan:
* 120 gr terigu (tepung okonomiyaki atau tepung tempura kalau ada)
* 175 cc air atau dashi (kaldu)
* 200 gr kol
* 1 butir telur ayam
* daun bawang sesuai selera
* bahan isi: daging, udang, atau cumi-cumi, tako (gurita).  (sesuai selera)
* saus okonomiyaki
* mayones
* katsuobushi (abon ikan yang diserut tipis/bonito)
Cara membuat:
1. Encerkan tepung dengan air atau dashi yang dibuat dari katsuobushi dan kombu, aduk-aduk hingga rata, tapi jangan diaduk terlalu lama karena adonan bisa menjadi keras
2. Tambahkan telur ke dalam adonan
3. Campurkan irisan kol (lebar kira-kira 1 cm) ke dalam adonan, aduk sedemikian rupa agar udara masuk ke dalam campuran adonan agar hasil gorengan tidak keras
4. Tuang sedikit minyak ke atas penggorengan datar, tuangkan campuran kol dan tepung terigu dan bentuk bulatan dengan diameter sekitar 25 cm dan ketebalan 2,5 cm.
5. Hias dengan topping telur (atau telur mata sapi), daging, makanan laut dan sebagainya sesuai selera
6. Tunggu hingga bagian bawah adonan matang betul lalu balik dengan menggunakan dua buah sodet secara bersamaan seperti ketika penjual martabak membalik martabak. Kalau ada, kote (sodet untuk menggoreng okonomiyaki) bisa digunakan untuk membalik okonomiyaki. Bagian paling unik dari memasak okonomiyaki adalah sewaktu membalik okonomiyaki agar tidak patah berantakan.
7. Tunggu hingga daging matang dan kecilkan api
8. Olesi atau tuang dengan saus okonomiyaki sesuai selera
9. Tambahkan mayones Jepang bila suka dan bentuk motif garis-garis agar bagus
10. Taburkan katsuobushi dan aonori (rumput laut bubuk) di atasnya bila suka
11. Potong-potong sewaktu masih berada di atas penggorengan dan hidangkan bersama penggorengannya.
Tips:
* Kalau susah cari saus okonomiyaki, bisa buat sausnya sendiri : saos tomat 3sdm, saos inggris 2sdm, shoyu (kecap asin) 1sdm, saos tiram 1sdm, gula pasir 1sdt, ditambah air yang dicampur sedikit tepung maizena. setelah saosnya mendidih & mengental, matiin api dan tambah 1/2 sdt minyak wijen. jadi saos utk oles2 di atas okonomiyakinya

Jumat, 08 Juni 2012

flavor of life


When you say thank you to me,
for some reason it hurts,
Like a magic spell that doesn’t
get undone even after the good bye.
a hint of bitterness.
The flavor of life
Stuck midpoint between friends and lovers,
like an un-riped fruit dreaming about the day of harvest
because of being unable to just move one more step forward
what’s causing this frustration baby
When you say thank you to me,
for some reason it hurts,
Like a magic spell that doesn’t
get undone even after the good bye.
a hint of bitterness
The flavor of life
Sweet talk and tasteless conversations.
it sparks no interest in me
even when things do not go the way you want
it doesnt mean you’ve thrown your life away
When asked ‘ whats wrong?’
I answer ‘its nothing’
The smile that disappears after goodbye
It’s unlike me
The more i wish to believe in you,
For some reason it hurts even more
‘i like you a lot’ instead of ‘i love you’ sounds more like you
the flavor of life
the period when you suddenly remember the scent of someone you had almost forgotten
I want to be able to openly and honestly cherish the white purity of the falling snow more
A future tender and warmer than a diamond
i want to grasp it, in this limited time we have, i want to spend it with you
when you say thank you to me,
for some reason it hurts,
Like a magic spell that doesnt
get undone even after the good bye.
a hint of bitterness
The flavor of life

utada hikaru

Rabu, 30 Mei 2012

kupanggil dia P MAN...



siapa sih yang gak kenal sama kartun satu ini, yang lirik ost-nya kira-kira keak gini:
P-MAN..... P-MAN.... P-MAN.... kupanggil dia P-MAN suaranya riang, datanglah oh P-MAN, kedalam hatiku .....

Minggu, 20 Mei 2012

honto wa ne [sebenarnya aku.....]


Katteta iru mo umareta tochi mo
Kossori kakaete kita nayami goto mo
Muchuu ni natta bukatsu mo tsuchi no nioi mo
Kaze ni hakobarete itta yume mo chigau futari

Otona ni nari ataerareta yakuwari
Aisou warai genjitsu tono oriai
Mo ita ni tsuite
Kita kedo enryo nuki de kokoro wo kayowasu tte
Itsu made mo muzukashii yone

Komi agete kuru omoi
Kotoba ni dekite mo koe ni naranai
Kakurenbo mitai na hibi konna nimo soba ni iru noni
Sunao ni narenai...

*
Honto wa ne
Kamatte hoshikute isiketa furi wo shiteiru
Dake nandayo
Kodomo mitai desho

Honto wa ne
Kimi no koto wo suki de suku de
Tamaranain dayo OH
Aa todoku to iinoni naa

Hontou no koto wo shiritai keredo
Ma no atari ni shitara tachi naorenaku
Naru kamo shirenai kara samayou furi wo
Shite wa koko de kangae goto wo shiteru no kana
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/a/aqua_timez/honto_wa_ne.html ]
Mado no mukou ki ga tsukeba sude ni mou
Toki wa kossori sugi yuki are mo kore mo
Eikyuu no nagare ni tokete kuyo
Yuuyami ga kodomo tachi wo uchi ni kaeraseteru

Jibun no koto shinjite moraou to
Suru kuse ni taisetsu na mirai no koto
Utagatte oshi damatte
Uchi gawa dake ni kotoba ga furi tsumotte yuku

*
Honto wa ne
Kiraware tara doshi youtte
Omou to fuan ni natte
Susume naku naru

Honto wa ne
Nantomo nai yo tte kao shite
Sugoshiteru kedo OH
Aa kokoro ga kurushiinda
Nee anata mo sou desuka

*
Honto wa ne
Kimi ga inakutemo daijoubu da nante
Uso nandayo
Tsuyogatteta kedo

Honto wa ne
Futari de onaji ima wo wake aitai
Wake aitai...

Mou nani mo
Mayowazu ni mune no uchi wo arinomama wo
Butsukenaku cha susume nai yone
Konna nimo tsuyoku fukaku natte shimatta
Kono omoi wo OH
Aa todoke ni yuku kara ne


translet:

Binatang yang kita pelihara, tempat kelahiran, kesedihan yang kita simpan, kegiatan yang kita

 sukai, aroma tanah, impian yang diterbangkan oleh angin pun…

kita adalah dua orang yang berbeda dalam banyak hal


Menjadi orang dewasa dan memainkan peran, tersenyum ramah

Walaupun telah mengalah pada kenyataan, tapi tetap saja sampai kapan pun menyampaikan 

perasaan dengan hati-hati merupakan hal yang sulit, ya kan?


Perasaan yang meluap, walau aku dapat menyusunnya dalam kata-kata namun suara ku tak 

dapat mengucapkannya

Seperti hari-hari saat bermain petak umpet

Walaupun berada sedekat ini tapi tak bisa jujur


Sebenarnya aku hanya berpura-pura ingin peduli

Seperti anak kecil, ya?

Sebenarnya aku sangat sangat menyukai mu

Seandainya saja bisa ku sampaikan


Aku ingin tahu yang sebenarnya, tapi jika aku tahu mungkin aku tak dapat menghadapinya

Karena itu aku berpura-pura bingung

Apakah kau tahu apa yang aku pikirkan di sini?


Walaupun jika sebelumnya aku tersadar di balik jendela..

Namun waktu berlalu terlalu cepat

Segalanya mencair dalam aliran yang abadi

Matahari sore mengantar anak-anak kecil pulang ke rumah


Percaya pada diri sendiri adalah hal yang penting

Namun aku tetap ragu dan diam

Semua kata-kata hanya tertahan di dalam


Sebenarnya aku khawatir, bagaimana jika kau membenciku

Aku tak akan bisa

Sebenarnya aku bersikap seolah tak terjadi apa-apa, namun hati ku tersiksa

Hei, apa kah kau juga begitu?


Sebenarnya aku berbohong saat aku berkata ‘tak ada dirimu pun aku akan baik-baik 

saja’

Aku berpura-pura kuat

Sebenarnya kita berdua ingin berbagi saat yang sama

Ya, kita ingin berbagi..


Jangan meragukan apa pun lagi, kita harus menyampaikan apa yang ada dalam hati kita 

sebagaimana adanya

Jika tidak, kita tidak akan bisa berlanjut

Perasaan yang sudah menjadi sangat kuat dan mendalam ini…

Aku akan menyampaikannya padamu



dan saya baru menyadari kalau lagu ini galau banget =="

no rain no rainbow


no rain no rainbow salah satu lagu favorit saya dari grup band asal jepang yang juga termasuk grup band favorit saya yang dibuktikan jumlah lagunya di ryuk mengalahi jumlah lagu band jepang lainnya seperti L'arc~En~Ciel, nama band ini adalah Aqua Timez



nishibi wo maeni tachiagaru jiyuu higashi ni nobiru kodoku to iu kage
ki wo nuku to kanashimi ga auredasu
mujikaku ni hito wo kizutsuketa koro no koto wo tsugunaenu mama de

tenohira to hiza wo suri muite naita kerimichi ga ukande kieru
houkago no rouka de suki na ko to surechigatta toki no kirameki ga kasumu

namida wo otosu to ashimoto kara niji ga kakaru you na rakuen ni todoritsuku
tadoritsuita totan [KEETAI] no [ARAAMU] ga boku wo genjitsu ni yobimodosu

toki toshite hito wa kizutsuita bun kizutsukeyou to suru mono
toki toshite hito wa aishita bun ai sare you to suro mono
tsugi kara tsugi e to genjitsu wa tada
risou wo oikoshite mirai e to susunde yuku

hidoku sabishii kaerimichii hito koishi sa wo tsurete aruki tsuzukeru
michi no achikochi ni chirakaru chiisa na ii wake ni
tsumasaki wo butsuke nagara aruku
never too late ososugiru koto wa nai
sono kotoba wo shinjite miyou ka muzukashiku kangaezu
rikutsu no sotogawa ni yarubeki koto ga aru yari nokoshita koto ga aru nda

boku no imamade no jinsei wa kesshite subarashii mono de wa nakatta
semete kyou kara wa hikari wo utaou ima nara mada maniau hazu
kirei de azayaka na hikari janakutemo nagedasu yori wa ii
saa yami wo kuguri nukete

no rain no rainbow te wo sora ni kazase
harewateru sora ni inori wo kanaderu you ni

english translation

the freedom that stands up facing the setting sun
a shadow called loneliness stretching off to the east
the overflowing of sadness is drawn out
without realizing it, I can’t make up for the time where I hurt people

the way home where I cried as I grazed my knee and palm disappeared and came back again
in a corridor after school, when I passed by the child I liked
a sparkle became hazy

letting tears fall, I arrived at a paradise after my struggle, like a rainbow raining beneath my feet
just after that struggle, my cellphones alarm called me back to reality

sometimes people get hurt together, it’s a normal thing to try and get hurt
sometimes people love together, it’s a normal thing to try and be loved
from the next to the next, reality is a common thing
passing over ideals, people keep advancing to the future

the cruel, lonely road home
I continue to walk, bringing with my a longing for others to walk with me
it lies scattered around, here and there on this road, in small excuses
walking, while bumping into things on tiptoe
never to late to be too late
should I try beliving in those words? it’s hard to not think about it
in a theory’s exterior, there is something which should be done
doing it has been left for later times

life up until today has by no means not been a beautiful thing for me
at least from now on, let’s sing for the light
if we sing for the present, it should still be sufficient
even if it’s not a beautiful clear light, you shouldn’t throw it away
come now, let’s pass through this darkness

no rain, no rainbow, raise your hands to the sky
may the prayer be played in this cleared up sky

__

Minggu, 29 April 2012

sakura



Sakura hirahira maiorite ochite
 

Yureru omoi no take wo dakishimeta
 

Kimi to haru ni negai shi ano yume wa
 

Ima mo miete iru yo sakura maichiru


Densha kara mieta no wa
 

Itsuka no omokage
 

Futari de kayotta haru no oohashi
 

Sotsugyou no toki ga kite
 

Kimi wa machi wo deta
 

Irozuku kawabe ni ano hi wo sagasu no


Sorezore no michi wo erabi
 

Futari wa haru wo oeta
 

Sakihokoru mirai wa
 

Atashi wo aserasete
 

Odakyuusen no mado ni
 

Kotoshi mo sakura ga utsuru
 

Kimi no koe ga kono mune ni
 

Kikoete kuru yo


Sakura hirahira maiorite ochite
 

Yureru omoi no take wo dakishimeta
 

Kimi to haru ni negai shi ano yume wa
 

Ima mo miete iru yo sakura maichiru


Kaki kaketa tegami ni wa
 

“Genki de iru yo” to
 

Chiisa na uso wa misukasareru ne
 

Meguriyuku kono machi mo
 

Haru wo ukeirete
 

Kotoshi mo ano hana ga tsubomi wo hiraku


Kimi ga inai hibi wo koete
 

Atashi mo otona ni natte iku
 

Kouyatte subete wasurete iku no kana
 

“Hontou ni suki dattan da”
 

Sakura ni te wo nobasu
 

Kono omoi ga ima haru ni tsutsumarete iku yo


Sakura hirahira maiorite ochite
 

Yureru omoi no take wo dakiyoseta
 

Kimi ga kureshi tsuyoki ano kotoba wa
 

Ima mo mune ni nokoru sakura maiyuku


Sakura hirahira maiorite ochite 



Yureru omoi no take wo dakishimeta
 

Tooki haru ni yume mi shi ano hibi wa
 

Sora ni kiete iku yo


Sakura hirahira maiorite ochite
 

Haru no sono mukou e to aruki dasu
 

Kimi to haru ni chikai shi kono yume wo tsuyoku
 

Mune ni daite sakura maichiru



arigatou

romaji
 
Daremo ga kizukanu uchi ni

Nanika wo ushinatte iru
 

Futto kizukeba anata wa inai
 

Omoide dake wo nokoshite
romaji


Shiawase toki no naka kotoba wo ushinatta
 

Ningyoutachi no you ni
 

Machikado ni afureta noraneko no you ni
 

Koe ni naranai sakebi ga kikoete kuru


Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
 

Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou


Toki ni wa kizu tsukeattemo
 

Anata wo kanjite itai
 

Omoide wa semete mono nagusame
 

Itsumade mo anata wa koko ni iru


Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
 

Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou


Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
 

Tatta hitokoto tsutaetai
 

Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
 

Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou


Toki ni wa kizu tsukeattemo anata wo kanjite itai






english


Everyone loses something
 

Before they even realise it
 

I suddenly realise that you’ve gone
 

Leaving behind only memories
 

Amid the happiness, we lost our words
 

Like dolls
 

Like all those lost cats on the street corner
 

I hear a silent scream


If I could see you one more time
 

I just want to say one word: thankyou, thankyou


Even if I get hurt sometimes
 

I want to keep feeling you
 

At least I have my memories to comfort me
 

I’ll always have you here


If I could see you one more time
 

I just want to say one word: thankyou, thankyou


If I could see you one more time
 

I just want to say one word
 

If I could see you one more time
 

I just want to say one word: thankyou, thankyou


Even if I get hurt sometimes, I want to keep feeling you 




indonesia


Setiap orang kehilangan sesuatu


Sebelum mereka menyadarinya


Aku tiba-tiba menyadari bahwa Anda telah pergi






Meninggalkan kenangan hanya
 
Di tengah kebahagiaan, kita kehilangan kata-kata kita


Seperti boneka


Seperti semua orang kehilangan kucing di sudut jalan


Aku mendengar jeritan diam


Jika aku bisa melihatmu sekali lagi


Saya hanya ingin mengatakan satu kata: thankyou, thankyou



Bahkan jika saya terluka terkadang


Saya ingin tetap merasa Anda


Setidaknya aku memiliki kenangan saya menghiburku


Aku akan selalu memiliki Anda di sini


Jika aku bisa melihatmu sekali lagi


Saya hanya ingin mengatakan satu kata: thankyou, thankyou


Jika aku bisa melihatmu sekali lagi


Saya hanya ingin mengatakan satu kata


Jika aku bisa melihatmu sekali lagi


Saya hanya ingin mengatakan satu kata: thankyou, thankyou



 Bahkan jika saya mendapatkan sakit kadang-kadang, aku ingin terus merasa Anda

Rabu, 21 Maret 2012

mochi

kali ini kta mulai wisata kuliner makanan khas jepang, kali ini kita akan membahas "MOCHI" yang juga termasuk dalam "Wagashi"


Wagashi (和菓子, kue Jepang) adalah istilah bahasa Jepang untuk kue dan permen tradisional Jepang. Istilah wagashi digunakan untuk membedakan kue tradisional Jepang dengan kue dan permen dari Barat (Yōgashi) yang diperkenalkan orang Eropa ke Jepang sejak zaman Meiji. Kue dari Tiongkok yang diperkenalkan duta kaisar ke Dinasti Tang, dan kue yang disebut Namban-gashi yang diperkenalkan misionaris dari Eropa juga digolongkan ke dalam Wagashi.
Kue tradisional Jepang yang digolongkan ke dalam wagashi umumnya adalah berjenis-jenis mochimanjūdango, dan buah kering. Wagashi umumnya dibuat sebagai kue yang dihidangkan dalam upacara minum teh, sehingga sebagian besar wagashi hanya memiliki satu rasa, yakni rasa manis. Dalam upacara minum teh, wagashi yang dihidangkan tuan rumah harus dihabiskan sebelum meminum teh yang mungkin terasa pahit atau sepat.
Selain untuk dimakan, wagashi dituntut sebagai karya seni yang indah dilihat. Keindahan bentuk dan warna wagashi sering jauh lebih penting daripada rasanya. Selain itu, wagashi harus menggambarkan keindahan alam empat musim di Jepang. Di musim panas, misalnya, bentuk dan warna wagashi harus mencerminkan kesejukan bagi orang yang melihat. Wagashi musim panas sedapat mungkin terlihat sejuk atau transparan, sehingga sering memakai tepung Kuzu yang dibuat dari umbi Pueraria lobata. Wagashi musiman hanya dapat dinikmati pada musim tertentu. Agar-agar mizu yōkan misalnya, hanya tersedia pada musim panas, atau sakuramochi yang dimakan pada musim semi.
Sebagian besar wagashi dibuat dari bahan baku seperti berasgandumkedelai, atau tepung yang dihasilkan dari bahan-bahan tersebut. Sebelum gula pasirdikenal di Jepang, pembuatan wagashi hingga abad ke-19 masih menggunakan gula yang tidak dimurnikan dan berwarna cokelat (brown sugar). Sebelum adanya gula, wagashi hanya berupa buah kering yang rasanya manis, misalnya buah kesemek kering. Setelah teknik pengolahan serelia berkembang, orang Jepang mulai mengenal penganan dari beras yang ditumbuk seperti mochi dan dango.
Duta kaisar Jepang yang dikirim ke Dinasti Tang membawa pulang kue dari Tiongkok. Kue-kue tersebut dikenal di Jepang sebagai Karagashi (kue Dinasti Tang). Kue-kue tersebut dibuat dari adonan tepung yang diulen dengan air, dan digoreng di dalam minyak goreng. Setelah upacara minum teh dikenal di Jepang, jenis kue wagashi semakin beragam dan teknik pembuatan kue juga semakin berkembang. Misionaris dari Portugal ikut memperkenalkan kue dari Barat seperti castellabolu, dan permen kompeito.
Pada zaman Edo, wagashi produksi Kyoto yang disebut Kyōgashi bersaing dengan wagashi produksi Edo yang disebut Kamigashi. Persaingan di antara keduanya memajukan seni pembuatan wagashi. Dalam hal bentuk dan rasa, wagashi dari zaman Edo tidak jauh berbeda dari wagashi zaman sekarang.


Mochi adalah kue tradisional Jepang yang dibuat dari beras ketan yang ditumbuk sampai lembut dan lengket, lalu dibentuk bulat-bulat. Mochi ini sering ada saat perayaan Tahun Baru Jepang. Tapi kue mochi ini bisa didapatkan di toko-toko pada hari-hari biasa.


Pada zaman dahulu, hanya ada 1 jenis mochi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, banyak variasi mochi. Mulai dari ragam isinya, hingga es krim mochi. Karena sudah terkenalnyamakanan ini, rasa mochi ini pun sudah bisa diterima masyarakat dunia, tidak hanya di Jepang saja.
Saat ini, pengolahan mochi sudah menggunakan teknologi modern, tidak lagi ditumbuk menggunakan kayu seperti dulu, meskipun masih banyak yang menggunakan metode tradisional ini. Karena rasa&teksturnya terjaga.

mari kita coba bikin mochi yoookk:
Bahan Kulit:

150 g tepung ketan
30 g tepung beras
60 g gula pasir
250 ml air
1 sdm air kapur sirih
sdt garam halus
sdt vanilla pasta/bubuk

Bahan Isi:

200 g kacang tanah, sangrai, haluskan
100 g selai kacang/pindakas
1 sdm susu kental manis
3 sdm gula halus
Pelengkap:

100 g tepung maizena, sngrai 7 menit dengan api kecil
Cara Membuat:

Kulit: Campur tepung ketan, tepung beras, gula pasir, air kapur sirih, vanili dan garam. Aduk rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis.

Letakan adonan di dalam loyang atau pinggan tahan panas. Kukus selama 15 menit. Keluarkan, aduk-aduk selama 2 menit. Kukus kembali adonan selama 20 menit atau hingga adonan benar-benar matang. Angkat. Diamkan hingga adonan hangat (suam-suam kuku).

Ambil sejumput aonan, beri satu sendok teh bahan isi, bentuk bulat. Gulingkan ke atas tepung maizena yang telah disangrai. Atur di dalam pinggan saji. Hidangkan.

Isi: campur semua bahan isi, aduk rata.

Untuk 40 Buah 

sumber:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...